Tampilkan postingan dengan label Temuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Temuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 April 2010

Belajar dari Keluarga Mutammimul 'Ula

(Sumber: edisi khusus Majalah Tarbawi “Mozaik Cinta”)

11 Amanah Allah1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Quran usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB
2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, hafal Quran usia 1O tahun Predikat mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3
3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al Azhar Kairo, hafal quran usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6
4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4
5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 MA husnul Khotimah, hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6
6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum
7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya
8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 Juz
9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, hafal 2 Juz
1O. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun hafal 1juz
11. Hasna wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6

Kebaikan kebaikan itu- Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat
- Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2 / 3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah
- Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu
- Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. ayah idaman dalam Al Quran = lukman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya
- Suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu.
* Imam Syafi I ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.
* Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah
* Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun
- Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya
1. perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll
2. File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain
3. Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah
- Visi yang ada di kepala kami adalah anak anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran
1. Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren
2. Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi
3. Setiap hari diperdengarkan murottal
4. Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati
- Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga =
Bu, Kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun.
Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita
- Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali
7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja
è masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi
7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan
è Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin
7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat
- Pakar mengatakan 7 sd 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.
- Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun
- Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia
- Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul
- Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kami
- Bakda maghrib dan Bakda subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur an.
Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari.
- Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh
- Di Komplek perumahan DpRRI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah
- Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak
- Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka
- Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol
- Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar
- Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu
- Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kami
- Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan

Jumat, 16 April 2010



Tetap update tulisan dari iha_syarief di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

Rabu, 14 Oktober 2009

Budidaya Buah Naga

Tanaman satu ini belakangan makin digemari. Konon, buahnya punya khasiat menyembuhkan banyak penyakit. Selain itu, penampilannya tak kalah menawan dibanding tanaman hias. Namanya belakangan jadi buah bibir. Kenapa? Penampilannya, jelas memang menarik. Bulat mengerucut dengan batang segitiga yang tak lazim. Biasanya, segi empat atau malah banyak segi. Tubuhnya dihiasi duri, meski pendek dan tidak mencolok. Sepintas, mirip kaktus. Bobot tubuhnya lumayan, per buah mencapai setengah kilo.

Di mal atau supermarket, ia biasa dijual sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilo. Rasanya manis segar, sedikit asam. Ada pula yang mengaitkannya dengan mitos, katanya ia mampu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Akhir-akhir ini, ia juga mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias berbuah yang ditanam di pot.

Namanya buah Naga. Mungkin ada yang masih asing. Maklum, di samping relatif baru di Indonesia, yakni sekitar awal 2000-an, belum banyak orang yang mengusahakannya. Buah Naga telah lama dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno sebagai buah yang membawa berkah. karena biasanya buah naga diletakkan diantara patung naga di altar. Oleh karena itu orang Vietnam menyebut buah naga atau dalam bahasa Vietnam disebut dengan nama Thang Loy di Thailand diberi nama Keaw Mang Kheon, dalam istiiah Inggris diberi nama DRAGON FRUIT clan di Indonesia dikenal dengan nama BUM NAGA Sebenarnya tanaman ini bukan tanaman asil daratan Asia, tetapi merupakan tanaman ask Meksiko clan Amerika Selatan bagian utara ( Colombia ). Pada awalnya buah naga ini dibawa kekawasan Indocina ( Vietnam ) oleh seorang Perancis sekitar tahun 1870. dari Guyama Amerika Selatan sebagai hiasan sebab sosoknya yang unik dan bunganya yang cantik dan berwarna putih. Baru sekitar tahun 1980 setelah dibawa ke Okinawa Jepang tanaman ini mendunia karena sangat menguntungkan. Pada tahun 1977 buah ini dibawa ke Indonesia clan berhasil disemaikan kemudian dibudidayakan. Buah naga kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet.

Tanaman ini juga disebut night blooming cereus. Ia berbunga hanya semalam (one night only). Saat panjang sekitar 30 cm, kuncup bunga biasanya akan membuka. Sekitar pukul 9 malam, mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem tampak mekar. Di tengah malam, pukul 00.00, mahkota bagian dalam yang putih dan benangsari kuning akan bermekaran dan memancarkan aroma harum. Bau ini biasanya mengundang datangnya kelelawar, yang ternyata punya "tugas" menyerbuki bunganya. Dari bunga lalu jadilah buah. Bulat mengerucut, berkulit tebal 2-3 cm, dan, ini yang khas, di permukaan kulit buah terdapat "jambul-jambul" 1-2 cm.

Beberapa khasiat dari DRAGON FRUIT adalah :
1. Penyeimbang kadar gula
2. Pencegah Kolesterol tinggi
3. Pencegah kanker usus

CARA BUDIDAYA BUAH NAGA
1. Persyaratan Tumbuh Tanam
Ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 - 500 m diatas permukaan laut.
Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 - 7.

Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan

2. Persiapan Lahan
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untulk penopang dari cabang tanaman.

Sebulan sebelum tanam, terlebih dahulu dibuatkan lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga

Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 - 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 - 10 kg dicampur dengan tanah

3. Persiapan bibit dan penanaman
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan Biji.
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 - 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.

4. Pemeliharaan
Pengairan
Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 - 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan

Pemupukan
Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak 5 - 10 Kg.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman

Pemangkasan

atang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.

5. Panen
Setelah tanaman umur 1,5 - 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri - ciri warna kulit merah
mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar. Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 - 650 gram

Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret. Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 - 20 tahun

Teknik Budidaya Sayuran secara Hidroponik

A. Media

Media hidroponik yang baik memiliki pH yang netral atau antara 5.5 - 6.5. Selain itu media harus porous dan dapat mempertahankan kelembaban. Media yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan tahap pertumbuhan tanaman :

Media untuk persemaian atau pembibitan
Untuk persemaian dapat digunkan media berupa pasir halus, arang sekam atau rockwool. Pasir halus sering digunakan karena mudah diperoleh dan harganya murah, namun kurang dapat menahan air dan tidak terdapat nutrisi di dalamnya. Media yang biasa digunakan adalah campuran arang sekam dan serbuk gergaji atau serbuk sabut kelapa.


Media untuk tanaman dewasa
Media untuk tanaman dewasa hampir sama dengan media semai, yaitu pasir agak kasar, arang sekam, rockwool dan lain - lain. Media yang ideal adalah arang sekam. Keuntungannya adalah kebersihan dan sterilitas media lebih terjamin bebas dari kotoran maupun organisme yang dapat mengganggu seperti cacing, kutu dan sebagainya yang dapt hidup dalam pasir. Media arang sekam bersifat lebih ringan namun lebih mudah hancur, penggunaannya hanya dapat untuk dua kali pemakaian. Arang sekam dapat dibeli di toko - toko pertanian atau membuat sendiri.

B. Benih

Pemilihan benih sangat penting karena produktivitas tanaman teranganutng dari keunggulan benih yang dipilih. Periksa label kemasan benih, yaitu tanggal kadaluarsa, persentase tumbuh dan kemurnian benih. Pemilihan komoditas yang akan ditanam diperhitungkan masak-masak mengenai harga dan pemasarannya. Contoh sayuran eksklusif yang mempunyai nilai jual di atas rat - rata adalah tomat Recento, ketimun Jepang, Melon, parika, selada, kailan, melon dan lain - lain.

C. Peralatan Budidaya Hidroponik

Peralatan yang diperlukan adalah :

Wadah semai, bisa menggunakan pot plastik, polybag kecil, bak plastik, nampan semai, atau kotak kayu.

Wadah tanaman dewasa, umumnya digunakan polybag berukuran 30 - 40 cm dengan lobang secukupnya untuk mengalirkan kelebihan air saat penyiraman.

Kertas tissu / koran basah untuk menjaga kelembaban

Ayakan pasir untuk mengayak media semai

Handsprayer untuk penyiraman

Centong pengaduk media

Pinset untuk mengambil bibit dari wadah semai

Polybag ukuran 5 kg untuk penanaman transplant

Benang rami (seperti yang sering digunakan tukang bangunan) untuk mengikat tanaman

Ember penyiram

D. Pelaksanaan

Persiapan media semai
Sebelum melakukan persemaian, sempuran media semai diaduk dahulu secara merata.

Persemaian tanaman

Persemaian benih besar

Untuk benih yang berukuran besar seperti benih melon dan ketimun, sebaiknya dilakukan perendaman di dala air hangat kuku selama 2 - 3 jam dan langsung ditanamkan dalam wadah semai yang berisi media dan telah disiram dengan air. Benih diletakkan dengan pinset secara horisontal 4 - 5 mm dibawah permukaan media.

Transplanting bibit dari wadah semai ke wadah yang lebih besar dapat dilakukan ketika tinggi bibit sekitar 12 - 15 cm (28 - 30 hari setelah semai).

Persemaian benih kecil

Untuk benih berukuran kecil seperti tomat, cabai, terong dan sebagainya cara persemaiannya berbeda dengan benih besar. Pertama siapkan wadah semai dengan media setebal 5 - 7 cm. Di tempat terpisah tuangkan benih yang dicampurkan dengan pasir kering steril secukupnya dan diaduk merata. Benih yang telah tercampur dengan pasir ditebarkan di atas permukaan media semai secara merata, kemudian ditutup dengan media semai tipis - tipis (3 - 5 mm). Setelah itu permukaan wadah semai ditutup dengan kertas tisu yang telah dibasahi dengan handsprayer kemudian simpan di tempat gelap dan aman.Wadah semai sebaiknya dikenakan sinar matahari tip pagi selama 1 - 2 jam agar perkecambahan tumbuh dengan baik dan sehat. Setelah benih mulai berkecambah, kertas tisu dibuang.

Setelah bibit mencapai tinggi 2 - 3 cm dipindahkan ke dalam pot / polybag pembibitan.

Perlakuan semai
Bibit kecil yang telah berkecambah di dalam wadah semai perlu disirami dengan air biasa. Penyiraman jangan berlebih, karena dapat menyebabkan serangan penyakit busuk.

Pembibitan
Setalah bibit berumur 15 - 17 hari (bibit yang berasal dari benih kecil) perlu dipindahkan dari wadah semai ke pot / polybag pembibitan agar dapat tumbuh dengan baik. Caranya adalah dengan mencabut kecambah di wadah semai (umur 3 - 4 minggu setelah semai) secara hati - hati dengan tangan agar akar tidak rusak kemudian tanam pada lubang tanam yang telah dibuat pada pot / polybag pembibitan.

Transplanting/pindah tanam

Sebelum dilakukan pindah tanam, perlu dilakukan persiapan media tanam, yaitu dengan mengisikan media tanam ke polybag. Sebaiknya pengisian dilakukan di dekat lokasi penanaman di dalam green house agar sterilitas media tetap terjaga.

Setelah wadah tanam siap dan dibuatkan lubang tanam, maka transplanting siap dilakukan. Transplanting dilakukan dengan membalikkan pot pembibitan secara perlahan - lahan dan menahan permukaannya dengan jemari tangan (bibit dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah). Jika pada pembibitan digunakan polybag, maka cara transplanting bisa dilakukan dengan memotong / menggunting dasar polybag secara horisontal.

Penyiraman
Penyiraman dilakukan secara kontinu, dengan indikator apabila media tumbuh dipegang dengan tangan terasa kering. Meida tanam hidroponik bersifat kering sehingga penyiraman tanaman jangan sampai terlambat. Jenis dan cara penyiraman adalah sebagai berikut:

Penyiraman manual
Penyiraman dilakukan dengan handsprayer, gembor / emprat atau gayung. Cara penyiramannya adalah sebagai berikut :

Pada masa persemaian
Cara penyiraman untuk benih berukuran kecil cukup dengan handsprayer 4 - 5 kali sehari untuk menjaga kelembaban media. Untuk benih berukuran besar digunakan gembor/emprat berlubang halus atau tree sprayer.

Pada masa pembibitan
Penyiraman dilakukan dengan gembor dilakukan sebanyak 5 - 6 kali sehari dan ditambahkan larutan encer hara.

Pada masa pertumbuhan dan produksi
Penyiraman dilakukan dengan memeberikan 1.5 - 2.5 l larutan encer hara setiap harinya.

Penyiraman otomatis
Penyiraman dapat dilakukan dengan Sprinkle Irrigation System dan Drip Irrigation System, yaitu sistem penyiraman semprot dan tetes . Sumber tenaga berasal dari pompa.

Perawatan Tanaman. Perawatan tanaman yang perlu dilakukan antara lain adalah :

Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, tunas air, atau cabang yang terkena serangan penyakit. Pemangkasan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Misal pada tomat recento hanya dipelihara satu batang utama untuk produksi.

Pengikatan
Tanaman yang telah berada di wadah tanam selama 7 hari memerlukan penopang agar dapat berdiri tegak sehingga tanaman dapat tumbuh rapi dan teratur. Penopang tersebut diberikan dengan cara mengikat tanaman dengan tali (benang rami).

Penjarangan bunga (pada sayuran buah)
Penjarangan bunga perlu dilakukan agar pertumbuhan buah sama besar. Namun hasil penelitian penjarangan bunga pada ketimun Gherkin tidak menunjukkan hasil yang berbeda dengan perlakuan tanpa penjarangan bunga.

Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan pestisida.

Panen dan Pasca panen

Pemanenan

Dalam pemanenan perlu diperhatikan cara pengambilan buah / hasil panen agar diperoleh mutu yang baik, misalnya dengan menggunakan alat bantu pisau atau gunting panen. Cara panen yang benar dan hati-hati akan mencegah kerusakan tanaman yang dapat mengganggu produksi berikutnya.

Kriteria panen masing-masing jenis sayuran berlainan satu sama lainnya dan tergantung dari pasar. Makin besar buah belum tentu makin mahal / laku, malah termasuk kriteria buah afkir sehingga waktu panen yang tepat dan pengawasan pada proses produksi perlu diperhatikan.

Penanganan pasca panen

Pemasaran produk hasil budidaya hidroponik sangat dipengaruhi oleh perlakuan pasca panen. Standar harga penjualan produksi tergantung dari menarik atau tidaknya produk yang dihasilkan, terutama dilihat dari penampilan produk (bentuk, warna, dan ukuran). Perlakuan pasca panen sangat penting karena kualitas produk tidak semata-mata dari hasil produksi saja, melainkan sangat tegantung dan ditentukan oleh penanganan pasca panen, kemasan, sistem penyusunan, metode pengangkutam maupun selektivitas produk. Kerusakan produk dapat dikurangai dengan penanganan pasca panen yang tepat sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah pada produk
Media Hidroponik
    
Ada dua macam sistem hidroponik, yaitu  
  1. Hidroponik dengan mempergunakan media non tanah seperti; pasir, arang sekam, zeolit, rockwoll, gambut, sabut kelapa dll.
  2. Hidroponik dengan hanya mempergunakan air yang mengandung nutrien atau pupuk yang bersirkulasi sebagai media, akar tanaman terendam sebahagian dalam air tersebut sedalam lebih kurang 3 mm (mirip film), sistem ini disebut dengan NFT ( Nutrien Film Technical).
  
Media Non tanah
 
Yang sangat penting anda persiapkan untuk penanaman dengan sistim media non tanah adalah media yang mempunyai porositas (mempunyai ruang pori-pori) yang baik seperti pasir, arang sekam, zeolit, rockwoll, gambut dan sabut (kulit) kelapa.
 
Berikut ini dapat dapat dilihat perbandingan dari media-media tersebut diatas :
 
  1. Pasir
Pasir yang akan dipergunakan sebagai media hidroponik mempunyai bobot yang berat dan porositas yang kurang, sebelum dipergunakan harus disterilkan. Media pasir cocok untuk hidroponik selada, sawi, bayam dan kangkung. Cara men-sterilkan pasir untuk media hidroponik adalah dengan cara direbus dan dipanaskan dengan api dengan mempergunakan wadah seng atau periuk atau sejenisnya. Juga dapat dilakukan dengan direndam atau dicuci, buang ampasnya kemudian direbus sampai mendidih kemudian dikeringkan dengan jalan dijemur. Media pasir yang dipergunakan sebagai media hidroponik dapat dipergunakan berulang-ulang dengan setiap kali penanaman harus dilakukan pembersihan dan sterilisasi.
 
  1. Arang sekam :
Arang sekam (kulit gabah) mempunyai porositas yang sangat baik dan tidak perlu diseterilkan tapi hanya dapat dipergunakan untuk 2 kali penanaman. Media ini cocok untuk tanaman tomat, paprika, dan mentimun. Cara penyiapan media arang sekam ini dapat dilakukan dengan pembakaran sekam (kulit gabah) atau direndang (dipanaskan dengan api) diatas seng plat atau kuali dll.
 
  1. Zeolit :
Zeolit adalah pasir yang berwarna biru atau abu-abu dan mengandung unsur kapur (Ca) yang dapat berfungsi langsung sebagai pupuk dan mempunyai porositas baik. Sebelum mempergunakan media ini perlu dilakukan  pencucian hingga bersih, hal ini dilakukan sebagai penetralan karena zeolit mempunyai kandungan kapur (Ca) yang tinggi dan mempunyai keasaman yang tinggi. Zeolit dikatakan sudah bersih apabila pH = 6 –7. Zeolit dapat dipergunakan berulang-ulang dengan melakukan pencucian terlebih dahulu.
  
  1. Rockwoll :
Rockwoll adalah sejenis batu apung gunung, mempunyai porositas yang baik sekali dan tidak perlu dilakukan pencucian dan pen-steril-an. Rockwall sebagai media hidroponik hanya dapat dipergunakan dua kali penanaman.
  
  1. Gambut :
Gambut adalah merupakan bunga tanah yang cukup mengandung pupuk, mempunyai porositas cukup baik dan tidak perlu disterilkan. Gambut (peat moss) ini hanya dapat dipergunakan satu kali.
  
  1. Sabut (kulit kelepa) :
Sabut kelapa sebelum dipergunakan sebagai media hidroponik terlebih dahulu harus direndam  dengan air kapur atau tawas agar zat tanin (zat yang dapat meracuni tanaman) yang terdapat pada sabut dapat hilang. Perendaman dilakukan sampai air bekas perendam bersih atau bening, kemudian disterilkan dengan jalan merebus sampai mendidih.
 


Nutrien atau pupuk hidroponik yang telah dilarutkan dalam air didistribusikan kepada media dengan jalan jaringan micro irigasi, yaitu meneteskan dengan jaringan ke media tanaman dan langsung diserap, tidak bisa kembali lagi.
  
 
  
Media Air

Hidroponik dengan mempergunakan air sebagai media, yaitu air yang sudah mengandung larutan nutrien atau pupuk dialirkan selama 24 jam atau dengan menentukan jangka waktu tertentu. Akar tanaman terendam sebahagian dalam air tersebut sedalam lebih kurang 3 mm (mirip film), sistem ini disebut dengan NFT ( Nutrien Film Technical). Dengan teknik ini reaksi tanaman terhadap perubahan  formula pupuk dapat segera terlihat. Air yang mengandung pupuk dialirkan dengan bantuan pompa listrik, jadi listrik harus tersuplai selama 24 jam. 
  

  
Keuntungan dengan sistem media ini kita tidak perlu repot mengganti media setiap kali menanam, begitu tanaman dipanen di pagi hari, talang atau pot sebagai wadahnya dibersihkan dapat langsung disikat atau dicuci, usai dicuci NFT dapat diisi dengan bibit baru.
  

  

Wadah atau Pot
    

Wadah atau pot untuk media non tanah 

Wadah atau pot untuk penempatan media hidroponik non tanah tersebut diatas ditentukan oleh jenis tanaman yang akan ditanam, seperti sayuran tomat, paprika, mentimun dan lain-lain Perbedaan  jenis wadah atau potnya ditentukan ukuran atau besar tanaman yang akan ditanam.

Untuk tanaman sayuran seperti tomat, parika, mentimun, slada, sawi, seledri, kankung dan bayam dapat dipergunakan bahan sebagai berikut  :

  1. Polibag :
Yaitu karung plastik berukuran penampang 30 cm dan tinggi 25 cm, diberi lobang atau ventilasi dibawah dan disampingnya dengan paku.
 
  1. Bantalan atau bakul dari viberglass atau plastik :
Bantalan atau bakul ini dipakai adalah yang berukuran panjang 50 cm lebar 20 cm
Dan tinggi 10 cm. Atau dapat juga dipakai talang untuk rumah yang terbuat fiberglass yang disusun miring (lebih kurang 1 – 5 %).
 
  1. Parit atau cekungan yang dialas dengan lembaran plastik :
Parit digali sedalam 30 cm dan lebar 50 cm sedangkan panjang menurut kebutuhan dan kemudian diberi alas dari lembaran plastik.
 
  1. Akuarium dari kaca atau viberglass/platisk :
Akuarium yang dipakai sebagai wadah hidroponik untuk sayuran tersebut diatas berukuran lebih kurang lebar 70 cm, dalam 50 cm, dan panjang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Akuarium ini ditutup dengan triplek yang diatasnya diberi styrofoam atau polystylen dan diberi lubang berdiamater 10 cm dengan jarak disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Akuarium diisi dengan air nutrien, setinggi lebih kurang 15 cm dibawah triplek penutup.

Wadah atau pot untuk media NFT 

Wadah atau pot untuk penempatan media NFT dapat dibuat dari : paralon, fiberglass, yaitu talang yang dipergunakan untuk penampung air atap rumah dan atau wadah yang dapat dirancang khusus untuk hidroponik sistem NFT. Persayaratan wadah yang harus diperhatikan adalah :
  1. Penampang wadah atau peralon, talang dan lain-lain harus persegi empat (dasar talang datar), ini dimaksudkan bahwa supaya oksigen dapat merata diatas permukaan air karena ketinggian air yang mengandung nutrien diharapkan tidak lebih dari 3 mm.
  2. Kimiringan talang minimal 1 %.
  3. Kecepatan aliran air larutan nutrien dalam wadah atau talang 0,75 - 1 liter/menit.
  4. Panjang talang tidak lebih dari 12 m. 
  5. Dasar wadah harus licin untuk memungkinkan lancarnya aliran nutrien dan untuk dapat menyebarnya aliran nutrien kesuluruh permukaan wadah dapat ditebarkan kerikel, bata, atau sabut kelapa dll. 
Selain wadah, sistem hidroponik NFT juga dilengkapi bak atau tangki pengaduk dan penampung nutrien serta pompa lisrik yang hidup 24 jam atau pada waktu yang ditentukan untuk mengembalikan air larutan nutrien dari bak penampung ke bak pengaduk.

 
  






HIDROPONIK


Apabila kita mendengar Hidroponik tentunya yang terlintas dalam pikiran kita adalah cara menanam buah atau sayuran bukan di atas tanah melainkan menggunakan tempat lain seperti (batu-batu, arang, abu sekam dll). Tanaman hidroponik biasa kita temui di lingkungan perumahan daerah perkotaan, mengapa demikian…? jawabnya mudah saja karena tanah di kota terbatas dan kalaupun ada harganya relatif mahal, maka dari itu orang-orang mencari cara agar bisa bercocok tanam dengan lahan yang terbatas yaitu dengan cara HIDROPONIK.


Apakah Hidroponik .. ?

Percobaan tentang ilmu nutrisi sudah dimulai sejak abad ke 16 dengan mengembangkan pertanian hidroponik dan sejak saat itu pertanian high-technology ini semakin populer dan dikenal di seluruh dunia. Hidroponik berasal dari bahasa Latin hydros yang berarti air dan phonos yang berarti kerja. Hidroponik arti harfiahnya adalah kerja air. Bertanam secara hidroponik kemudian dikenal dengan bertanam tanpa medium tanah (soilless cultivation, soilless culture). Pada awalnya bertanam secara hidroponik menggunakan wadah yang hanya berisi air yang telah dicampur dengan pupuk, baik pupuk mikro maupun pupuk makro.

Pada perkembangannya, bertanam hidroponik meliputi berbagai cara yaitu bertanam tanpa medium tanah, tidak hanya menggunakan wadah yang hanya diisi air berpupuk saja. Medium pasir, perlite, zeolit, rockwool, sabut kelapa, adalah beberapa bahan yang digunakan oleh para praktisi di dunia dalam bertanam secara hidroponik. Merupakan aplikasi teknologi untuk menaikkan produktivitas tanaman pangan dalam rangka mencukupi kebutuhan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Hidroponik dapat diterapkan pada sayuran, bunga, buah dsb.


Beda tanam Hidroponik dengan tanam Organik

HIDROPONIK
- Tidak butuh lahan luas
- Nutrisi (pupuk) dpt dibuat langsung sesuai
dgn kebutuhan tanaman

ORGANIK (pertanian tradisional /konvensional)
- Butuh lahan luas.

- Nutrisi tergantung pd lingkungan (tanah) dan mikrobia yg mengubah nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.

Keunggula
n dan kelemahan hidroponik

Keunggulan
- Tanaman mudah diperbaharui tanpa tergantung
kondisi lahan dan musim
- Pertumbuhan dan kualitas panen dapat diatur
- Hemat tenaga kerja - Produk bersih dan lebih higienis
- Hemat air dan pupuk (aman untuk kelestarian
lingkungan)
- Masa tanam lebih singkat
- Biaya operasional murah


Kelemahan
- Biaya investasi awal lebih mahal
- Sangat dipengaruhi oleh konsentrasi dan komposisi pupuk, pH, dan suhu

Sistim Hidroponik

1. Prinsip dasar hidroponik adalah memberikan bahan makanan dalam larutan mineral atau nutrisi
yang diperlukan tanaman dengan cara siram atau diteteskan.

2. Melalui teknik ini dapat dipelihara lebih banyak tanaman dalam satuan ruang yang lebih sempit.
Bahkan, tanpa media tanah dapat dipelihara sejumlah tanaman lebih produktif.

3. Sistem hidroponik bebas pestisida sehingga tidak ada serangan hama dan penyakit.

4. Aeroponik adalah modifikasi hidrop
onik terbaru. Tanaman diletakkan di atas styrofoam hingga
akarnya menggantung.


HIDROPONIK SISTEM DEEP FLOW TECHNIQUE (KULTUR TERENDAM) atau AEROPONIK

















Bagaimana cara perawatannya ?

Cara tanam Aeroponik sangat praktis terutama bagi yang tidak mempunyai waktu banyak alias orang sibuk, karena kita tidak perlu lagi terikat oleh suatu kegiatan rutin menyirami tanaman apalagi nyangkul tanah, perawatannya sangat mudah karena hidroponik dengan sistim kultur terendam hanya memanfaatkan sirkulasi air, hal ini sudah dapat dilakukan dengan menggunakan TIMER yang kita atur sendiri penggunaannya kemudian secara otomatis akan melakukan sirkulasi air yg dibutuhkan (praktis kan…?),tidak usah repot-repot menyirami, memberikan pupuk, baju tidak kotor, hemat tenaga , semua sudah diatur secara otomatis.


Berapa luas lahan yg harus disiapkan ?

Tidak memerlukan lahan yang luas cukup manfaatkan di pekarangan rumah atau di belakang rumah.

Berapa besar modal awal yg harus disiapkan ?

Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa modal yang dikeluarkan untuk memulai usaha hidroponik memang cukup besar, tetapi hal tersebut terasa berat pada saat awal saja untuk penyiapan alat-alat dan media tanam, karena untuk selanjutnya hanya mengeluarkan biaya untuk bibit tanaman dan pupuk saja. Apabila kita lakukan dengan serius tentunya ini merupakan salahsatu alternative peluang usaha yang menggiurkan untuk pemasukan tambahan diluar gaji rutin dengan memanfaatkan waktu luang yang ada.

Hidroponik vs Organik

Pasti banyak dari para pembudidaya yang berfikir jika kedua cara budidaya tersebut dibandingkan akan lebih baik yang mana. Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut maka kita perlu sedikit mengulas kedua cara budidaya tersebut.
Hidroponik merupakan cara pembudidayaan tanaman pada media yang tidak menyediakan unsur hara. Penyediaan unsur hara sepenuhnya dilakukan oleh manusia melalui pupuk. Pupuk yang diberikan mengandung unsur-unsur hara essensial yang dibutuhkan tanaman. Sedangkan Organik merupakan cara pembudidayaan tanaman tanpa menggunakan bahan kimia atau cara budidaya yang menggunakan bahan-bahan alami.
NO Pembanding Hidroponik Organik
1 Kesehatan Sehat, karena tanaman mendapatkan unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang pas Sehat, karena menggunakan bahan-bahan alami
2 Pencemaran Tidak, karena tidak ada bahan kimia yang terbuang Tidak, karena bahan yang digunakan ramah lingkungan
3 Pupuk Kimia, walaupun dari bahan kimia tetapi tetap sehat karena unsur hara yang diserap tanaman dalam bentuk ion dan dirubah menjadi karbohidrat oleh tanaman Alami, sehat karena dari bahan alam. Walaupun dari bahan alam namun unsur hara yang diserap tanaman dalam bentuk ion sama seperti pupuk kimia
4 Kandungan pupuk Tinggi dan lengkap, jumlahnya pas Rendah dan belum tentu lengkap, karena sifat dari bahan alam
5 Lokasi Tidak terbatas, bisa dimana saja Terbatas pada faktor tanah
6 Produktivitas Tinggi dari sejak awal tanam Pada awal tanam rendah namun akan terus meningkat
Diatas adalah beberapa perbandingan budidaya Hidroponik dengan budidaya Organik. Namun kedua cara budidaya tersebut pada hakikatnya adalah berbeda karena Organik merupakan budidaya pada tanah dan Hidroponik tanpa menggunakan tanah. Jadi tergantung kebutuhan dan tujuan budidaya anda untuk memilih cara budidaya yang ingin anda lakukan.
Hidroponik Bertanam Tanpa Tanah

Terbatasnya lahan produktif saat ini tidak lagi menjadi kendala dalam mengusahakan pertanian indoor maupun outdoor. Meskipun sistem hidroponikbukan teknologi baru lagi bagi kita, namun justru kini telah menjadi trend tatkala media tanah yang produktif semakin berkurang. Selain tidak memakan tempat yang luas, juga ditengarai sistem ini mudah perawatannya serta lebih menguntungkan.

Media tanam hidroponik bisa bermacam-macam. Arang merupakan salah satunya
Sayuran hidroponik dengan media air yang sudah diberi nutrisi
     Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya. Untuk itu dalam tulisan ini akan dipaparkan secara ringkas dan praktis bertanam dengan cara hidroponik.
Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
     Dimanapun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut unsur hara (nutrisi), untuk kemudian bisa diserap tanamanan. Dari pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, dimana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi (hara) sebagaimana yang telah disampaikan dimuka.

Bahan-bahan untuk Hidroponik
     Pot yang ukuran besarnya disesuaikan dengan tanaman yang akan dijadikan maskot, bisa berupa tanaman sayur seperti terong dan sebagainya. Bisa juga tanaman tahunan seperti kedondong, jambu ataupun juga bunga-bungaan. Pot yang digunakan sebaiknya pot bertingkat, yang dilengkapi dengan wadah penampung air dibagian dasarnya.
Bahan pot dapat dari tanah liat dan juga plastik, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pot dari tanah liat misalnya memiliki keunggulan mampu menjaga stabilitas temperatur media, akan tetapi cepat berlumut dan mudah rusak. Sementara pot dari plastik lebih awet namun tidak bisa melewatkan air dari dinding potnya sehingga stabilitas media tidak stabil.
     Kemudian sebagai media tanam diantaranya dapat digunakan pasir, batu apung putih, batu zeolit, pecahan batu bata, batu kali dan kawat kasa nilon. Untuk menjaga sterilitas bahan, sebaiknya semua bahan direbus dulu sebelum dijadikan media tanam. Sedangkan tanamannya, diambil tanaman yang telah tumbuh didalam polybag dan siap direplanting kedalam pot.

Cara Penanaman
     Apabila semua bahan sudah siap, pertama-tama ambil kawat kasa nilon letakkan didasar pot. Kemudian masukkan pecahan batu bata selapis, diatasnya diberi batu apung dan batu zeolit hingga sepertiga bagian dari pot yang digunakan. Setelah itu, ambil tanaman yang siap dipindahkan dari polybag ke pot, caranya bersihkan akar tanaman yang selama ini sudah tumbuh di polybag tersebut dengan cara melarutkan media tanamnya (tanah) kedalam air.
     Setelah akar-akarnya kelihatan bersih, kemudian kita amati kembali akar tersebut. Bila ditengarai ada akar yang rusak ataupun terlalu panjang (disesuaikan dengan besarnya tanaman maskot dan pot) sebaiknya dipotong. Demikian juga untuk daunnya, apabila terlalu rimbun perlu untuk dikurangi. Kemudian bibit ditanam dalam pot yang sudah terisi bahan sepertiga bagian dan lanjutkan penambahan media tanam hingga dua pertiga bagian pot.
     Langkah selanjutnya isilah pot bertingkat tersebut dengan nutrisi yang dibutuhkan (sesuai paparan dibawah). Sedang untuk pertama kalinya, tanaman perlu pengerudungan dengan plastik transparan selama dua minggu, letakkan ditempat yang teduh.

Formulasi Kebutuhan Nutrisi
     Pemenuhan kebutuhan nutrisi bisa anda peroleh dengan cara memberi berbagai macam pupuk khusus hidroponik dengan formulasi tertentu yang banyak tersedia ditoko-toko pertanian. Dalam fase awal pertumbuhan perlu perawatan secara rutin, misalnya dipagi hari tanaman perlu dikenakan sinar matahari. Kemudian juga perlu pemupukan secara rutin dalam setiap dua hingga lima hari sekali. Gunakan pupuk NPK Grand S 15 sebanyak satu sendok makan untuk kemudian larutkan kedalam sepuluh liter air. Masukkan larutan pupuk ini kedalam pot dasar sesuaikan dengan ketersediaan air dalam pot.
     Sebagaimana dalam paparan dimuka, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bisa juga dilakukan dengan pemberian pupuk tambahan. Yang pemenuhannya bisa melalui daun, misalnya disemprot dengan Mamigro ataupun tambahan pupuk mikro Fitomic dengan aplikasi seminggu sekali.

     Mengenai kebutuhan nutrisi dalam teknik hidroponik, Soedarsono salah seorang civitas akademika dari IPB Bogor juga pernah menentukan sebuah formula sebagai berikut : Kebutuhan unsur makro dapat dipenuhi dengan 6 gram urea, 9 gram SP36, 5 gram 2K, 5 gram garam inggris (MgSO4) dan 7,5 gram kapur (kalsium karbonat).
Sedangkan unsur mikronya dapat dipenuhi dengan 2,86 gram asam boraks, 0,22 gram asam sulfat, 2.03 gram mangan sulfat, 0.08 gram terusi, 0.02 asam molibdad dan 7.5 gram Fechelat. Cara pengaplikasiannya seperti dalam penggunaan NPK Grand S 15, yakni semua unsur baik makro maupun mikro dilarutkan kedalam 10 liter air.
Salah satu bentuk budidaya hidroponik secara besar-besaran dalam greenhouse
Keuntungan teknik hidroponik
     Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan selalu bersih sehingga peletakan tanaman dalam ruangan akan lebih fleksibel. Sehingga untuk mendisign interior ruangan rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.
     Penggunaan tanaman buah-buahan seperti kedondong bangkok misalnya, menurut Santosa HB.,(2001), akan bisa menghasilkan penampakan tanaman yang dapat berbuah lebat sepanjang waktu. Kuncinya adalah dengan mengatur C/N ratio, yakni melalui pemangkasan pada cabang, batang dan daun yang tumbuh berlebihan. Disamping, pemangkasan juga akan merangsang pembungaan dan pembuahan.

(Ir. M. Harris, Technical Field Lampung).

Selasa, 13 Oktober 2009

Sabar Yang Menentramkan

1.Hati Lapang Membuat Tenang
Saya mengenalnya belum cukup lama dari seorang teman. Ia, panggil saja Ustadz Ari, sejatinya tidak saya kenal nama aslinya. Karena teman saya memanggil begitu, saya pun ikut memanggilnya dengan nama Ustadz Ari.
Perawakannya tinggi besar. Janggutnya tidak terlalu lebat tapi cukup panjang hingga kira-kira melebihi segenggaman tangan. Tatapan matanya teduh. Gaya bicaranya seperti berbisik. Namun, kata istrinya, jika sudah berada di mimbar untuk menyampaikan tausiyah, suaranya bisa lantang dan keras.
Meskipun kalem, ia sering menyelipkan humor dalam tausiyah-nya. Saat pertama mengenal, entah mengapa saya merasa orang ini pasti memiliki kehidupan yang keras. Saya memang belum menanyakan kebenaran firasat itu. Yang pasti, ia dilahirkan dan dibesarkan di Pemanukan, Subang. Ia memang menyukai olahraga keras, yaitu pencak silat, dan menjadi salah satu pelatih di perguruan pencak silat yang para muridnya merupakan bekas preman di Pemanukan.
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar. (HR Ahmad dan Abu  Dawud)
Beranjak dewasa, ia merantau ke Serang, Banten. Ia pernah mengajar di Madrasah Aliyah (setingkat SMA). Di sekolah itulah, ia terpikat dengan salah satu muridnya, dan kemudian mempersuntingnya untuk menjadi istri. Bersama istrinya, ia dikaruniai dua orang anak, laki-laki dan perempuan.
Suatu hari, sekitar lima tahun lalu, ia kedatangan seorang sahabat karib, teman mainnya sejak duduk di bangku SMP. Sahabat lamanya itu bernama Rais. Dengan alasan persahabatan, ia tak keberatan ketika sahabatnya itu minta dicarikan rumah kontrakan. Karena sudah lama tidak bertemu, dan niat ingin menolong sahabat baik, maka dengan cekatan ia pun mencarikan kontrakan. Setelah mendapakan kontrakan, mereka pun berpisah.
Ustadz Ari menjalani kehidupan normal seperti biasa. Tak kurang ia mengajar di lebih dari 13 tempat (mesjid dan majelis taklim). Setiap hari, hampir tidak ada waktu baginya untuk sedikit istirahat, karena ia cukup dikenal sebagai ustadz yang laris di daerah tersebut.
Kehidupan berubah total ketika peristiwa bom kuningan (di depan Kedutaan Besar Australia) terjadi. Beberapa pekan setelah bom itu mengguncang jakarta, tiba-tiba intelijen polisi sering datang ke pesantren yang ia asuh. Istrinya pernah menghardik intel itu karena tindakannya yang tidak sopan. Selang beberapa hari, ia pun diciduk polisi atas tuduhan menyembunyikan buronan polisi. “Saya tidak tahu apa-apa tiba-tiba diambil begitu saja,” katanya. Ternyata, buronan polisi yang dimaksud adalah sahabatnya yang beberapa waktu minta dicarikan kontrakan.
Maka, dimulailah kehidupan yang serba tidak pasti. Di kantor polisi, ia biasa diinterogasi dengan kekerasan.berbagai pukulan dan siksaan ia terima. Ia dipaksa menyebutkan dimana lokasi sahabatnya saat ini. Ia benar-benar tidak tahu. Namun, setiap ia menjawab begitu, siksaan akan semakin keras.
Akhirnya, sang sahabat tertangkap, dan ia pun dibebaskan karena terbukti tak bersalah. Lalu, apakah ia dendam kepada sahabatnya, yang telah membuatnya meringkuk dan disiksa di penjara? “Ah tidak. Saya menganggap ini sebagai qodarullah(takdir dari Allah). Untuk apa saya dendam?” katanya.
Luar biasa. Sedikit pun ia tak marah, apalagi dendam atau sakit hati. Entah terbuat dari apa gumpalan darah dalamn dirinya hingga ia bisa begitu sabar. Meski begitu, ia terlanjur dituntut tiga tahun penjara oleh jaksa. Hakim juga memvonis demikian. Ia merasa hukuman itu sangatlah tidak tepat, karena memang ia tidak tahu apapun. Ia hanya membantu mencari kontrakan untuk sahabatnya beberapa pekan sebelum bom tersebut terjadi. Ia pun tidak tahu jika rumah kontrakan itu sudah kosong.
Ketika hakim menjatuhinya hukuman, dan media  sudah terlanjur memberitakan ia sebagai orang yang “terlibat” dalam bom Kuningan, Ustadz Ari hanya menyerahkan cobaan tersebut kepada Allah. Ia tidak naik banding, tidak kasasi, dan tidak melakukan peninjauan kembali (PK) seperti umumnya dilakukan orang-orang yang tidak bersalah.
Ia sungguh bersabar dan tawakkal menyerahkan sepenuhnya kepada Sang Kholik, setelah segala ikhtiar ia upayakan. Kini, ia mengingat semua ujian itu dengan senyum.
Bagaimana jika nasib Ustadz Ari menimpa kita?
2.Di Antara Dua Dunia
Seekor semut sedang mencari-cari madu. Sementara seekor lebah hinggap menghisap madu dari sekuntum bunga. Lebah itu melesat pergi untuk kemudian datang kembali.
Suatu kali , semut berkata kepada lebah, “Engkau hidup tanpa usaha dan tak punya rencana. Lalu, apa sebenarnya tujuan hidupmu?”
Si lebah menjawab, “Tujuanku adalah kesenangan. Kau boleh merencanakan sekehendakmu, tapi tak bisa meyakinkanku bahwa ada yang lebih berharga daripada yang kulakukan ini. Kau laksanakan saja rencanamu dan aku lakukan rencanaku.”
Semut pun berpikir, “Yang tampak padaku ternyata tak tampak olehnya. Ia tahu apa yang terjadi padaku. Aku tahu apa yang terjadi padanya. Ia laksanakan rencananya, aku laksanakan rencanaku.” Semut pun berlalu.
Beberapa waktu kemudian, merekapun bertemu lagi. Si Semut menemukan sebuah kedai daging. Si Semut menunggu dengan sabar apapun ang akan diterimanya dari tukang daging.
Tiba-tiba si Lebah yang melihat tumpukan daging dari atas, menukik dan hinggap diatasnya. Pada saat itu pula, parang tukang daging berayun dan membelah tubuh lebah tersebut menjadi dua.
Separuh tubuh lebah jatuh dekat kaki semut. Si semut pun menangkap tubuh lebah dan menyeretnya ke sarang sambil berpikir, “Rencananya telah selesai, sedangkan rencanaku terus berjalan. Ia laksanakan rencananya, yang sudah berakhir, dan aku laksanakan rencanaku – yang mulai berputar. Saat aku berkata kepadanya dahulu, mungkin ia berpikir aku ingin merusak kesenangan orang lain.”
“Rencananya telah selesai, sedangkan rencanaku terus berjalan. Ia laksanakan rencananya, yang sudah berakhir, dan aku laksanakan rencanaku – yang mulai berputar. Saat aku berkata kepadanya dahulu, mungkin ia berpikir aku ingin merusak kesenangan orang lain.”
Kisah di atas saya ambil dari sebuah situs keagamaan. Bagi saya, kisah ini menggambarkan betapa kita sering merasa yakin dan mampu mengerjakan sesuatu, padahal terkadang ada faktor-faktor yang membuat rencana kita meleset, bahkan mungkin gagal.
Saya ingat kisah seorang teman yang dikenal angkuh. Sebut saja ia Janur. Tidak seperti umumnya laki-laki yang cuek terhadap penampilan, Janur sering merawat dirinya di salon, mulai dari creambath, facial, hingga pedicure dan medicure. Ia bisa tiga kali dalam seminggu pergi ke salon. Selain itu, ia juga gemar ke tempat pijat.
Dahulu, ia seorang wartawan sebuah surat kabar harian sore. Kami sering meliput berita bersama. Salah satu keahliannya yang menonjol adalah membujuk orang lain. Tak jarang ia mendapat traktir karena keahliannya itu. Sekarang, ia telah menjadi pemilik saham di beberapa perusahaan, mulai dari lapangan golf hingga perusahaan tambang. Tidak dimungkiri, keahliannya bergaul menjadi andil dalam kesuksesannya. Dengan penghasilannya, ia juga berhasil memberangkatkan anggota keluarganya menunaikan ibadah haji. Bagi saya, hidupnya terlihat begitu sempurna.
Suatu hari, kami bertemu untuk makan di sebuah kafe yang terletak di salah satu hotel di jakarta. Penampilannya begitu berkelas. Ia banyak bercerita tentang kesuksesannya sementara saya hanya mendengarkan.
Saya bingung menentukan kawan yang satu ini. Apakah ia termasuk orang yang sabar dalam beragama ataukah tidak? Apakah ia sabar dalam berbisnis dan mengendalikan rumah tangga yang menurutnya aman-aman saja?
Saya khawatir ia bernasib seperti lebah tadi. Ia terkena sabetan takdir buruk di ujung hayatnya. Bukankah ada orang-orang yang dikisahkan sebagai ahli ibadah yang membuat jarak antara dirinya dengan surga hanya beberapa langkah tetapi tiba-tiba takdir mendahuluinya, hingga menjadi ahli neraka?
Saya khawatir, orang yang menuliskan kisah ini termasuk diantaranya. Hindarkan, ya Rahman.
3.Beri Aku Duka   
Jangan. Jangan sakit. Begitu kalima ini sering kia dengar atau kita pintakan kepada Allah. Namun, pernahkah kita mendengar orang berdoa, “Ya Allah, beri aku duka...” Rasanya kok idak. Meski tidak mungkin, saya memiliki seorang teman yang memiliki ketabahan luar biasa. Bagaimana tidak , jika salah satu doanya adalah meminta agar diberi rahmat bernama saki. Padahal, ia masih muda, sehat-sehat selalu, dan kuat.
Jika sehat, ia cukup rajin berolahraga. Seminggu sekali bermain bulu angkis, dan sering pula jalan pagi atau berenang. Ia juga rajin mengonsumsi viamin, madu, atau habatussaudah (jintan hitam). Semua itu ia lakukan untuk menjaga kesehatan.
Teman kita ini, panggil saja Pak Waluyo (bahasa jawa yang artinya hidup atau sehat). Ia memiliki kesibukan layaknya orang kantoran. Belum lama ini ia menikah, dan mendapakan gadis setelah melalui proses perkenalan yang  singkat (nazhor), dan selang beberapa pekan kemudian mereka menikah.
Jika banyak pekerjaan, ia senantiasa menyiapkan ekstra tenaga, minum madu, dan susu. Terkadang, ia juga ke tukang urut, laki-laki tentu, jika urat-uratnya dirasakan kaku atau badannya pegal. Ia juga rutin melakukan “cuci darah” dengan bekam. Jika saya tak salah ingat pula, teman kita ini rajin berpuasa senin-kamis. Selain untuk ibadah, juga untuk mengecilkan perutnya yang tampak bergunung lemak. Berbagai upaya menjaga kesehaan itu, dilakukannya saat normal. Artinya, semua proses kehidupan dirasakan normal pula.
Namun, ia mudah terserang stres jika sedang menghadapi persoalan, dan efeknya bisa menyerang kesehatannya. Misalnya, tak jarang ia mengeluh tentang sariawannya yang tak kunjung sembuh. Hal lainnya, ia juga sulit tidur jika sedang tertekan. Kalaupun tidur, biasanya ia akan mengigau pada tengah malam, bahkan sampai berteriak. Pernah suatu ketika, kami pergi ke luar kota, dan menginap di satu kamar. Ketika saya belum lelap tertidur, tiba-tiba ia mengigau sambil berteriak-teriak. Saat dibangunkan, wajahnya tampak kaget.
Saya kira, setiap orang memiliki kekuatan batin yang berbeda-beda. Teman kita ini juga memiliki mentalitas yang sebenarnya, tidak jauh berbeda dibanding dengan orang lain. Yang membuat lain, ia menikapi persoalan hidup tidak dengan tekanan. Ia terima semua masalah dengan santai. Seperti tidak pernah punya masalah. Ia tidak pernah terlihat murung. Meski begitu, ia pernah pula mengeluh tentang sesuatu.
Nah, yang paling mengejutkan, beberapa kali ia berdoa agar diberi sakit. Lho kok aneh? “Kalau sakit kan tidak masuk kerja,” katanya. Saya menanggapi dengan serius, ia justru tertawa. “Ya nggaklah. Biar bisa merasakan sakit saja,” katanya.
Saya lama tidak mengerti arah pembicaraannya. Rupanya ia menangkap kebingungan saya. “Begini lho. Jika kita sakit, akan terasa betapa nikmanya sehat. Jika kita sakit, kita akan merasakan betapa tidak ada artinya makanan enak. Tidak ada artinya ruangan yang berpendingin,” katanya. “Pak Waluyo, bukan sedang ceramah, to?” “Tidak. Ini serius. Seiap saya sakit, saya bisa menikmati. Bisa bersyukur karena diberi sakit. Coba kalau tidak sakit, Pak Pracoyo nggak menengok rumah saya kan?” katanya.
Lantas ia bercerita, doa permintaan agar diberi duka itu, biasa dilakukan setiap ada gejolak dihatinya. Ya, doa itu memang tidak selalu dipanjatkan. Biasanya ia ungkapkan ketika haina merasa punya sesuatu yang membuatnya resah. Itu artinya, ia merasa memiliki kesalahan. Merasa punya dosa.
“Dengan diberi sakit, kita sedang diberi ujian untuk naik kelas. Siapa tahu dosa-dosa kita akan Allah kurangi,” katanya. Saya merenungi setiap katanya.
Lalu, mengapa ia merasa perlu berdoa agar diberi sakit? Menurut Pak Waluyo, ia berkeyakinan bahwa setiap orang yang diberi penyakit, artinya Allah sedang mengugurkan dosa-dosanya.
Saya tak mengerti maksud pembicaraannya. Ia kemudian menyebutkan salah satu hadits tentang orang sakit. Bunyinya, Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR Bukhari)
Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR Bukhari)
Saya hanya terdiam. “Hmmm..jika demikian, berarti kita harus sering berdoa agar diberi sakit?” tanya saya. Ia pun menggeleng. “Kewajiban kita tetaplah berusaha untuk sehat. Dengan begitu, kita bisa bekerja, mencari ilmu, dan beribadah dengan baik,” jawabnya.
Ada teman saya yang lain, memiliki keikhlasan luar biasa saat diberi ujian sakit. Meski sudah divonis tidak akan berumur panjang, ia tetap bersyukur. Ia justru lebih giat bekerja. Padahal, kanker payudara yang diidapnya sudah menjalar sampai paru-paru. Ia tetap tak mengurangi aktivitasnya. Ia hanya berhenti jika harus dirawat di rumah sakit atau akan kemoterapi.
Yang paling membuat hati saya sedih adalah ketika saya dan beberapa teman menengoknya di rumah sakit. Untuk bernafas saja, ia sudah harus dibantu dengan selang oksigen. Detak jantungnya tak lagi beraturan. Ia sudah tak bisa bicara lagi, tapi masih sadar. Kami yang disampingnya hanya bisa melihatnya.
Dengan isayarat gerakan tangan, ia minta didoakan. Kami pun berdoa untuknya. Saya berdoa agar diberi jalan terbaik dari Allah. “Jika memang sehat itu lebih baik untuk dirinya, sehatkanlah. Jika meninggal lebih baik untuknya, segerakanlah, ya Allah.”
Subhanallah. Ia justru melarang kami bersedih. Dengan gerakan tangan, ia melarang kami maurung. Akhirnya, kami pun memberinya semangat, agar ia tabah. Kami juga mengingakan agar ia tak lupa untuk berdzikir seiap saat. Ia berusaha tersenyum. Malam harinya, ia benar-benar meninggalkan kami.
Sumber: Hikmah Sabar, Pracoyo Wiryoutomo.